Betapapun aneh kelihatannya bagi orang barat, banyaknya perawan2 yg dijanjikan bagi para martir islam di surga bukanlah sebuah mitos atau penyimpangan dari teologi islam. Muhammad melukiskan sebuah gambaran akan surga yg penuh birahi dan sangat bersifat jasmaniah bagi para pengikutnya – berisi semua impian2 para pengembara padang gurun pasir Arab abad ke-7: Emas dan barang2 berharga, buah2, anggur/minuman keras, air, wanita . . . dan anak laki2.
Tentu saja, tidak setiap orang percaya akan hal ini, bahkan dijaman gencar2nya sang nabi juga. Kala satu pertempuran melawan kaum Quraish (Perang Parit), Muhammad meminta para pengikutnya: “Siapakah yg berani naik keatas dan melihat apa yg musuh sedang lakukan dan lalu kembali?” Dia janji utk meminta pada Allah agar mata2 tsb “mungkin menjadi temanku di surga.” Tapi tetap tidak ada yg berani mengajukan diri sebagai sukarelawan, hingga membuat dia pada akhirnya harus menunjuk salah satu pengikutnya agar melakukan misi tsb.
Masih saja, janji surga menjadi satu dari alat utama yg dipakai Muhammad untuk memotivasi para pengikutnya. Janji ini membuat pertempuran Jihad menjadi sebuah dalil yg win-win (sama-sama menguntungkan); jika seorang pejuang muslim berjaya, dia bisa menikmati barang jarahan didunia yg ini; jika dia terbunuh, dia menikmati hampir semua pahala yg identik pada kehidupan berikutnya – dalam skala yg jauh lebih besar. Selama Perang Badar, Muhammad mendorong para muslim dg janji2 surga: “Demi Allah yg memegang jiwanya Muhammad, tidak akan ada seorangpun yg terbunuh dalam pertempuran hari ini melawan mereka, yg maju dg berani dan tidak mundur, tapi Allah akan membuatnya memasuki surga.”
Salah satu pejuannya, Umayr bin al-Humam, yg duduk didekatnya sambil mengunyah kurma sangat bergairah akan hal ini. “Fine, fine!” teriaknya. “Apa tidak ada penghalang antara aku dan masuknya aku kesurga yg bisa dilakukan oleh orang2 ini?” Dia melemparkan kurmanya, berlari menuju peperangan, dan dengan cepat menemui kematian yg dia cari2.
Ada apa dibelakang Pintu Nomor Satu
Dalam surga, Umayr bin al-Humam berharap dihiasi oleh “gelang-gelang emas dan permata” (Quran 22.23) dan “memakai sutera yg halus dan brokade yg mewah” (Q 44.53). Lalu dia akan bersandar pada “bantal-bantal hijau dan permadani-permadani yg indah” (Q 55.76), duduk pada “dipan yg bertahtakan emas dan permata” (Q 56.15), dan makan dari “piring2 dan piala2 emas” – yg didalamnya terdapat “segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata” termasuk “buah-buahan yg banyak” (Q 43.71, 73) juga “buah kurma dan delima” (Q 55.68). Bagi mereka yg senang makan daging, akan ada “daging burung dari apa yg mereka inginkan” (Q 56.21).
Bagi mereka yg selama hidupnya tinggal digurun, air adalah komoditas berharga – dan Quran menjanjikan banyak air di surga. Surga itu sendiri terdiri dari “taman-taman, dg sungai2 yg mengalir didalamnya” (Q 3.198; 3.136; 13.35; 15.45; 22.23). “Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar” (Q 55.66).
Dan bukan air saja: Surga akan menawarkan banyak variasi minuman2. Selain “sungai2 air yang tiada berubah rasa dan baunya”, akan ada pula “sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring” (Q 47.15).
Arak? Tapi bukankah para muslim dilarang minum alkohol? Bukankah Quran berkata bahwa “Minuman keras” adalah “perbuatan setan” (Q 5.90)? Lalu bagaimana “Perbuatan Setan” bisa ada disurga?
Well, arak disurga berbeda, tahu!. Arak itu bebas dari “memabukkan”, jadi mereka yg meminumnya tidak akan “menderita kemabukan” (Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya, Q 37.47).
Semua ini akan diberikan pada mereka yg diberkati Allah dalam sebuah lingkungan yg iklimnya terkontrol sempurna: “di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” (Quran 76.13-14).
Makanan dan kenyamanan tidak pernah habis2: “buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula)” (Quran 13.35).
Kenikmatan Seks
Tapi Umayr bin al-Human mungkin tidak tertarik akan semua itu, tidak setertarik seperti kelihatannya. Karena dia tahu yg menunggunya disurga adalah “gadis-gadis menggairahkan yang sebaya” (Q 78.33): “bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya” (Q 37.48); “bidadari-bidadari yang bermata jeli” (Q 56.22); “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan” (Q 55.58); yg akan dia ‘kawinkan’ (Quran 52.20). Para wanita/bidadari ini adalaj “bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin.” (Q 55.56). Allah membuat mereka “perawan” (Q 56.36), dan menurut tradisi islam mereka tetap perawan selamanya, meski dipakai terus menerus.
Tapi Surga tidak akan menjadi tempat yg membosankan bagi para muslim yg mempunyai kecenderungan berbeda-beda, Allah juga menjanjikan bahwa disurganya, “berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.” (Q 52.24), “anak-anak muda yang tetap muda” (Q 56.17): “Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan” (Q 76.19).
Tapi pastinya Quran tidak menganjurkan homoseks kan? Lagipula, Quran menceritakan Lot yg memberitahu penduduk Sodom: “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (7.81) dan “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas". (26.165-166). Sebuah Hadits memerintahkan bahwa “jika seorang laki-laki yg tidak menikah tertangkap melakukan sodomi, dia akan ditimpuki/dirajam batu hingga mati.” Hadits lain menceritakan perkataan Muhammad: “Bunuh mereka yg melakukan sodomi dan mereka yg membiarkan orang melakukan itu padanya.” Kecaman2 ini telah dijadikan kode hukum islam, sedemikian sehingga ada dua orang Arab Saudi yg begitu khawatir dihukum rajam atau dipenjara maka mereka membunuh seorang pakistan yg menyaksikan “tindakan memalukan” mereka dg menabraknya memakai mobil, memecahkan kepalanya dg batu lalu membakarnya.
Tapi anak2 muda seperti mutiara di surga jadi membangkitkan pikiran bercabang mengenai homoseksualitas dalam islam. Penyair besar Abu Nuwas secara terbuka mengagungkan homoseksualitas dalam syairnya yg terkenal Perfumed Garden:
O the joy of Sodomy! So now be sodomites, you Arabs. Turn not away from it – therein is wondrous pleasure. Take some coy lad with kiss-curls twisting on his temple anda ride him as he stands like some gazelle standing to her mate – A lad whom all can see girt with sword and belt not like your whore who has to go veiled. Make for smooth-faced boys and do your very best to mount them, for women are the mounts of the devils!
Sikap paradoks kearah homoseksualitas ini ada sepanjang sejarah islam. Bahkan penakluk Konstantinopel, Kaisar Ottoman Sultan Mehmed II, begitu terbuka mengenai kecenderungan menyimpang ini. Ketika kota yg ditaklukan masih berasap, Mehmed memalingkan pikirannya dari perang dan pertempuran dan meminta anak remaja terkenal dari pejabat Byzantine, Lukas Notaras, dibawa menghadapnya. Notaras menemui sultan dan bilang dia lebih baik melihat anaknya terbunuh dihadapannya daripada menyerahkannya utk kenikmatan Mehmed. Mehmed mengabulkan permintaannya dg membunuh sianak, dan lalu Notaras sendiri dipancung.
Bagaimana bisa masuk ke Surga
Seperti yg kita lihat, Quran menjamin surga dg pasti utk diberikan pada mereka yg ‘terbunuh dan membunuh’ bagi Allah: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. …Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (Q 9.111). Muhammad juga menyatakan: “Ketahuilah bahwa surga itu ada dibawah bayang2 pedang (Jihad dijalan Allah).” Ini memastikan mereka yg dibumi bahwa mereka yg mati bagi Allah tidaklah mati, melainkan hidup: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Q 2.154).
Wednesday, October 20, 2010
Daya Pikat Surganya Islam
Tuesday, September 28, 2010
Wanita Ahli Surga dan Ciri-Cirinya

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)
Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :
“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)
“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)
“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :
“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)
Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)
Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga
Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?
Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
1. Bertakwa.2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13). - http://jamaahmasjid.blogspot.com/
Wallahu A’lam Bis Shawab.
Posted by
Indra
at
3:23 AM
|
Labels: ahli surga, ciri-ciri ahli surga, surga, wanita